Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Dear God

I
Tuhan, sebelumnya aku ingin berterimakasih,
Terimakasih atas segala rahmat-Mu
Terimakasih atas segalanya
Terimakasih atas rasa syukur ini

Untuk Mu

I

Sepi...
Ternyata semuanya sudah berbeda
Tak seperti dulu lagi
Tak ada tawa yang lepas lagi

Aku belajar memahami semua ini
Kamu tahu? ini sulit!
Aku selalu meminta bantuan kepada Tuhan, 
Karena aku tahu aku hanya makhluk tak berdaya

Sesekali aku merasa bingung,
Aku terus berusaha dan berdoa agar mengerti
Sesekali aku merasa sedih,
air mata mudah mengalir di pipiku

Aku tahu, cangkang pasti akan lepas dari kulitnya,
Daun pasti akan berjatuhan pada saatnya
Matahari dan bulan pasti akan terbenam
Air akan terus mengalir 

Segala sesuatu pasti berubah
Tak selamanya sama 
Bagaimana aku bisa menerimanya? 
Aku tak mau dicap sebagai orang yang cengeng

Lalu, untuk apa aku masih menangis?
Tidak akan merubah keadaan!
Semua hal indah tergantung bagaimana kita menilai
Aku ingin sekali jadi orang bijak

Maka, Aku ingin segala sesuatu yang kubuat
Hanya untuk Tuhan semata
Aku tidak ingin ada yang lain,
hanya untuk Dia

Kamu tidak boleh menjadi 'sebab'
Bukan hanya kamu
Tapi kalian.
Jangan pernah jadi 'sebab' ku untuk melakukan sebuah perubahan

II

Kelak semua akan menyadari
Bagaimana arti dari sebuah kebersamaan
Kelak semua akan mengerti
Bagaimana arti dari kehilangan

Kelak siapapun akan belajar,
Bagaimana arti menjaga satu sama lain,
Sampai detik mereka kesepian,
Hanya Tuhan yang dapat dijadikan sandaran.

Dua puluh empat

Aku masih ingat detik itu, 
Ketika kau bilang cinta padaku, 
Memang bukan pada dua puluh empat,
Aku lupa kapan

Yang pasti dua puluh empat adalah,
Dimana kita memulai satu titik,
Menuju perjalanan hanya berdua,
Ya, Saat itu yang kurasa kita hanya berdua

Saat itu kita tersenyum berdua, 
Saat itu juga, pertama kali kau menggenggam tanganku,
Lalu,
Setahun kemudian,

Sehari

Hai. 
Terakhir bertemu denganmu, 
Baru saja aku melihat pergantian malam dan siang,
masing masing satu kali

2043 In July 14

2043
23 July 2014


Semalam baru saja aku menangis dibuatmu
Lalu esoknya, tidak, hari ini maksudku, 
Kau menggoreskan tawa di bibirku 
Rasanya, ini tidak adil

 
Hirena's Journey Blog Design by Ipietoon